Eduwisata Konservasi SD Muh Mantaran

Outbound eduwisata konservasi dengan peserta dari SD Muhammadiyah Mantaran, Turi, Sleman pada hari Sabtu 27 Oktober 2018. Tidak hanya di satu lokasi, kegiatan outbound anak kali ini dilakukan di beberapa destinasi.

eduwisata konservasiBerangkat pagi hari dari SD Muhammadiyah Mantaran menggunakan 3 buah bus dan beberapa mobil pribadi. Tiba di Kawasan Konservasi Mangrove Baros jam 9.00 pagi.

Rombongan dipimpin oleh Pak Lambang dan beberapa guru pembimbing dari SD Muhammadiyah Mantaran.

Anak-anak dari kelas 3, 4, dan 5 seluruhnya berjumlah 80 orang anak. Dikawal guru dan wali murid sehingga total menjadi 104 peserta. Dipandu oleh rekan-rekan fasilitator dari Gumukpasir Team, mereka mulai melakukan serangkaian kegiatan.

“Kami ingin memperkenalkan anak-anak kepada alam, dengan suasana senang dan kebahagiaan. Sehingga apapun yang mereka lakukan dalam menjaga alam, mereka tak kan merasa keberatan.” ungkap salah seorang guru pembimbing.

Di Kawasan Konservasi Mangrove Baros, anak-anak mendapatkan briefing tentang konservasi alam yang disampaikan oleh Mas Dwi dan kawan-kawan. Berbasah-basahan anak-anak dengan riang melakukan kegiatan penanaman mangrove. Kegiatan penanaman ini memang sudah sangat sering diagendakan oleh Team Gumukpasir Outbound bekerja sama dengan Balai Konservasi Mangrove Baros.

coffee break goa cemaraKurang lebih satu jam anak-anak menikmati kegiatan eduwisata meliputi pelatihan, penanaman, dan menjelajah suasana laguna Baros, acara dilanjutkan menuju Kawasan Wisata Pantai Goa Cemara.

Berjarak sekitar 3 km, rombongan bus SD Muh Mantaran tiba sekitar pukul 10.15 WIB di area outbound Pantai Goa Cemara.

Lelah beraktifitas di Baros, anak-anak disuguhkan area teduh dibawah rindangnya pohon cemara.

Menikmati coffee break berupa teh, kopi, dan air mineral dipadu dengan cemilan jajanan khas pedesaan seperti klepon,onde-onde, pisang goreng, arem-arem dan lain-lain.

Setelah beristirahat sejenak, kegiatan dilanjutkan dengan outbound fun games. Menikmati keceriaan belajar yang dikemas dalam permainan seru untuk anak-anak.

Dengan area yang teduh meskipun siang hari, rasanya seperti tak habis enerji dari anak-anak mengikuti beberapa permainan sampai akhir.

Dari game bersama, game dengan alat, yang disisipi pelajaran-pelajaran kecil agar nantinya anak-anak pulang mendapatkan sesuatu untuk diceritakan, dipraktekkan, dan diamalkan sehingga kedepan harapan dari trainer dan guru-guru, anak-anak mampu menjadi pribadi yang lebih baik.

Setelah cukup bermain dan belajar dalam outbound fun games di area outbound Pantai Goa Cemara, anak-anak beristirahat. Makan siang, membersihkan diri, dan sholat dhuhur bersama.

Acara kunjungan eduwisata konservasi dilanjutkan menuju Balai Konservasi Penyu Goa Cemara.

Kunjungan ini menambah pengetahuan anak-anak tentang apa dan bagaimana tukik penyu.

Cara mereka bertahan hidup berdampingan dengan kehidupan manusia. Tata cara konservasi hingga pelepasan tukik penyu.

Balai Konservasi Penyu Goa Cemara dalam musim migrasi 2018 telah melepas liarkan ribuan tukik hasil dari penangkaran. Musim migrasi bermula pada sekitar bulan Mei hingga Oktober di tiap tahunnya.

Pengenalan anak kepada konservasi setidaknya memberikan pendidikan dasar tentang bagaimana seharusnya manusia bekerja berdampingan dengan alam seisinya.

Flora, fauna dan apapun yang ada, memang disediakan untuk manusia, namun tetap harus berhati-hati dan penuh keseimbangan dalam mengolah dan memanfaatkannya.

Pelepasan tukik penyu di pantai Goa Cemara tak hanya memberikan kesenangan dan keceriaan. Akan tetapi juga memberikan kenangan, memori akan betapa pentingnya keseimbangan alam. Kelak ketika mereka melihat lautan, mereka ingat apa dan bagaimana memperlakukan. Samudra Hindia menjadi saksi, bahwa anak-anak ini telah memenuhi kewajiban.

 

 

Leave reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *